Label

Home Design Forest Management Department Music Special for You ^^ Adventure
Tampilkan postingan dengan label Forest Management Department. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Forest Management Department. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 April 2012

PENGANTAR UMUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)

RK X.107_160412

GIS adalah suatu system berbasis computer yang memiliki 4 sub sistem yaitu, (a) pemasukan data (data input), (b) manajemen data  penyimpanan/store dan pemanggilan/retrieve (menambahkan atribut), (c) analisis dan manipulasi,  serta (d) menghasilkan data (data output) (a) pemasukan data (data input), (b) manajemen data  penyimpanan/store dan pemanggilan/retrieve), (c) analisis dan manipulasi,  serta (d) menghasilkan data (data output), dan memiliki 4 komponen yaitu (a) software, (b) hardware, (c) brainware, dan (d) basis data.
Informasi adalah suatu hal yang langsung dapat digunakan dalam prosese analisis
Data adalah suatu hal yang tidak dapat langsung digunakan untuk proses analisis karena harus dilakukan pengolahan data terlebih dahulu.

Senin, 16 April 2012

PERBAIKAN RADIOMETRIK (RADIOMETRIC ENHANCEMENT)


Analisis citra satelit untuk identifikasi dan inventarisasi dapat dilakukan dengan integrasi dari metode pendekatan: klasifikasi berdasarkan perbedaan nilai spektralnya, klasifikasi terbimbing dengan menggunakan input data/informasi acuan yang dianggap benar (hasil pengamatan lapangan dan referensi peta). Pada ulasan perbaikan radiometrik ini Saya akan mencoba membahas tentang dasar-dasar perbaikan contrast pada tampilan/display citra yang akan diamati. Saya menggunakan software Erdas Imagine 9.1 sebagai program pengolah data citra satelit yang didapatkan. Perbaikan radiometrik dapat menggunakan beberapa metode, antara lain, Histogram Equalization, Standar Deviation, Gaussians, Linier, dan Percentage LUT.


PERBAIKAN SPASIAL (SPATIAL ENHANCEMENT)


Geographical Information System yang menggunakan Remote sensing merupakan ilmu untuk memperoleh informasi tentang suatu daerah, obyek atau gejala dengan cara menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap obyek, daerah, atau gejala yang dikaji. Alat yang digunakan untuk melakukan penginderaan jauh adalah sensor. Penginderaan jarak jauh ini sangat penting untuk diterapkan dalam dunia kehutanan karena akan mempermudah pengawasan dan penggunaan SDH secara keseluruhan. Kelebihan ilmu Inderaja antara lain karena kehutanan berhadapan dengan areal yang luas. Areal hutan biasanya berada pada daerah yang memiliki aksesibilitas rendah. Remote sensing tidak bersifat merusak karena tidak menyentuh hutan secara langsung dan mempunyai perspektif multispektral untuk mengukur dan melihat fenomena biofisik pada hutan tersebut

PERBAIKAN GEOMETRIK (GEOMETRIC ENHANCEMENT)

Analisis citra satelit untuk identifikasi dan inventarisasi dapat dilakukan dengan integrasi dari metode pendekatan: klasifikasi berdasarkan perbedaan nilai spektralnya, klasifikasi terbimbing dengan menggunakan input data/informasi acuan yang dianggap benar (hasil pengamatan lapangan dan referensi peta). Ada beberapa metode dalam pengkoreksian ini, antara lain rektifikasi, registrasi, dan georeferensi. Metode yang digunakan dalam ulasan kali ini adalah metode rektifikasi menggunakan Polynomial dengan menggunakan titik-titk kontrol lapangan yang dicocokkan dengan citra yang sudah benar posisi koordinatnya. Saya menggunakan software Erdas Imagine 9.1 sebagai program pengolah data citra satelit yang didapatkan.

Kamis, 12 April 2012

PENGELOLAAN EKOSISTEM HUTAN DAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (Part 1)

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan suatu bentang lahan yang dibatasi oleh punggung bukit sebagai pemisah aliran yang dapat menerima, menyimpan dan mengalirkan air menuju satu outlet dan berakhir di danau atau laut.

            Karakteristik DAS, antara lain:
a.    Iklim
b.    Topografi, morphology,geologi, hidrogeologi, hidrologi, tanah
c.    Penutupan, penggunaan lahan
d.    Sosial-budaya-ekonomi
e.    Kelembagaan sosial

Jumat, 16 Maret 2012

KARAKTERISTIK CITRA SATELIT OPTIK

I.                   LANDSAT
1.1 Landsat-1
Platform/Wahana        : ERTS-1 (Earth Resources Technology Satellite) yang selanjutnya disebut Landsat-1
Periode Orbit              : 23 Juli 1972 - 6 Januari 1978
Jenis Orbit                   : sunsynchronous
Jenis Sensor                : RBV (Retore Beam Vidcin) dan MSS (Multi Spectral Scanner)
Resolusi Spasial          : 80 x 80 m
Keterangan                 : Saat ini sudah tidak beroperasi